Logo

INSIGHT Talks: Soroti “Serangan Fajar” dan Tantangan Integritas di Tahun Pemilu

Diperbarui: 21-10-2025
Dibuat oleh: Ananda Putri Dwi Nuraini

Ringkasan

“Serangan fajar”, istilah untuk politik uang di masa pemilu maupun pilkada, mungkin terlihat sepele, namun sesungguhnya menyimpan bahaya besar. Bukan hanya mencederai demokrasi, praktik ini juga punya kaitan erat dengan tindak pidana korupsi.

Kisah nyata yang diungkap dalam INSIGHT Talks KPK menunjukkan bagaimana masyarakat kerap tergoda iming-iming uang puluhan hingga ratusan ribu rupiah untuk menukar suara. Padahal, konsekuensinya jauh lebih mahal: lahirnya pemimpin yang merasa harus “balik modal” dan akhirnya membuka celah korupsi dalam jabatan publik.

Fakta menunjukkan, mayoritas pemilih yang menerima politik uang beralasan karena kondisi sosial ekonomi. Namun, sebagaimana ditekankan para narasumber, menerima uang berarti ikut melanggengkan roda kejahatan politik. Seperti diingatkan, “Kalau sudah menerima, jangan berharap bisa mengeluh soal janji yang tak ditepati.”

KPK sendiri terus mendorong perlawanan terhadap politik uang, salah satunya melalui program Politik Cerdas Berintegritas dan Sistem Integritas Partai Politik (SIPP) agar parpol bisa menginternalisasi nilai-nilai transparansi, profesionalitas, dan antikorupsi.

Kini, perlawanan ada di tangan kita semua. Jangan biarkan masa depan bangsa ditukar dengan amplop singkat. Saatnya bersama #HajarSeranganFajar dan menegakkan demokrasi yang berintegritas.

Buat akun untuk membaca artikel lengkapnya

Untuk membaca artikel lengkapnya, silahkan login terlebih dahulu

Belum punya akun? Daftar sekarang