
Peran Guru dalam Menanamkan Integritas
Guru sebagai teladan
Guru tidak hanya mengajar ilmu, tetapi juga membentuk karakter moral siswa.
Ungkapan Jawa “digugu lan ditiru” menggambarkan bahwa guru harus dipercaya dan diteladani.
Integritas dimulai dari diri guru
Anak-anak belajar dari perilaku guru.
Guru perlu bekerja sama dengan orang tua dan masyarakat untuk menanamkan nilai integritas.
Nilai antikorupsi sejak dini
Guru mengenalkan sembilan nilai antikorupsi (jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, kerja keras).
Kejujuran dan tanggung jawab ditekankan sebagai fondasi utama masa depan siswa.
Dilema gratifikasi bagi guru
Pemberian hadiah dari orang tua atau siswa sering terjadi, terutama di Hari Guru atau kenaikan kelas.
Walau berniat baik, hal itu termasuk gratifikasi yang dilarang bagi ASN.
Guru kerap menghadapi tekanan sosial ketika menolak hadiah, namun menjaga integritas berarti konsisten pada prinsip.
Komitmen pribadi penulis
Menolak gratifikasi meski sulit, bahkan rela menutup rumah agar tidak menerima pemberian orang tua siswa.
Tetap tegas menolak hadiah dari siswa meski hati merasa tidak enak.
Harapan untuk siswa
Siswa diajarkan bahwa kejujuran membawa kesuksesan di mana pun.
Menghormati guru menjadi bagian dari membangun generasi berintegritas.
👉 Kesimpulan: Guru adalah role model utama pembentuk integritas generasi muda. Menjaga konsistensi sikap, menolak gratifikasi, dan menanamkan nilai kejujuran serta tanggung jawab menjadi kunci membangun masa depan bangsa yang berintegritas.
Untuk membaca artikel lengkapnya, silahkan login terlebih dahulu
Belum punya akun? Daftar sekarang